PMR SMA NEGERI 1 CEPU ADAKAN DONOR DARAH

Berita Smansa – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Cepu mengadakan kegiatan donor darah yang diikuti puluhan pelajar, guru dan karyawan yang berlangsung sejak pukul 08.00-12.00 WIB, Senin (11/4). Kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan ektrakurikuler PMR setiap tiga bulan sekali, yang bertujuan untuk menyumbangkan darah sekaligus untuk kesehatan.

“Dengan kegiatan donor darah ini nantinya disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora, dan tentunya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah kita, karena setetes darah itu penting untuk menyelamatkan nyawa seseorang,” ungkap Kepala SMAN 1 Cepu, Drs. Mulyani, M.Pd.

Selain itu, kata beliau, donor darah ini sebagai berguna bagi kesehatan, karena dengan pergantian darah ditubuh manusia itu secara otomatis akan memperbaharui darahnya, sehingga hal tersebut bisa berguna untuk kesehatan. Donor darah ini, tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, karena darah lama telah dikeluarkan dan diganti yang baru.

Senada, Ketua PMR SMA Negeri 1 Cepu, Dhanis Andrian mengungkapkan, kegiatan donor darah ini diikuti sekitar 66 pelajar, dan juga guru serta karyawan SMA Negeri 1 Cepu. Kegiatan donor darah ini rutin diadakan setiap tiga bulan sekali untuk menyumbangkan ke PMI Kabupaten Blora.

“Donor darah ini sangat berguna untuk kesehatan, karena usai darah dikeluarkan, maka akan diganti dengan darah baru. Sebetulnya kegiatan donor darah ini banyak yang mau ikut, namun setelah dicek ternyata tidak memenuhi kriteria, seperti kurang tidur dan juga umurnya kurang dari 17 tahun,” ujarnya.

Sebelum kegiatan donor darah ini dilaksanakan, lanjut dia, anak-anak PMR telah mensosialisasikan ke kelas-kelas XI dan XII dari H-7 dan H-1 tentang kegiatan donor darah. Dalam sosialisasi tersebut, kata dia, diberikan wawasan tentang manfaat donor darah bagi kesehatan.

“Saya berharap kedepan kegiatan donor darah ini semakin banyak lagi pendonornya. Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa siswi yang masih takut terhadap jarum suntik. Padahal, sebelumnya juga kita juga sudah jelasin, jarum itu tidak sakit, hanya imajinasi saja yang membuat takut,” tandasnya. (Anton Moedji)