Ziarah dan Tabur Bunga dalam Rangka HUT SMA Negeri 1 Cepu Ke 53

Cepu – Tepat pada Kamis tanggal 1 Agustus 2019, SMA Negeri 1 Cepu yang akrab  dikenal dengan SMANSACEPU telah berusia 53 tahun.  Ada salah satu kegiatan yang menjadi agenda wajib keluarga besar SMA Negeri 1 cepu, yaitu setelah mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati ulang tahun sekolah, kepala sekolah beserta perwakilan guru, karyawan serta pengurus OSIS / MPK melakukan ziarah dan  upacara tabur bunga di makam tokoh pendiri  dan kepala SMA Negeri 1 Cepu yang telah wafat. Upacara tabur bunga ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pendiri dan mengenang sejarah kepemimpinan di SMA Negeri 1 Cepu hingga sekarang.

WhatsApp Image 2019-08-11 at 16.07.18

Beberapa titik tempat pemakaman diadakannya kegiatan tabur bunga ini berada di Pemakaman Nglajo, Pemakaman Putuk Tangsi dan Pemakaman Sorogo. Di tempat Pemakaman Nglajo terdapat makam Bapak Setu Hadiwidjojo yang merupakan salah satu tokoh pendiri SMA Negeri 1 Cepu , di tempat ini terdapat pula makam Bapak Hari Riyadi, yaitu kepala SMA Negeri 1 Cepu ke-6 masa bakti tahun 1994 hingga tahun 2006. Tempat pemakaman berikutnya adalah area pemakaman Putuk Tangsi, yaitu terdapat makam Bapak R. Koesniyo yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri SMA Negeri 1 Cepu serta makam Bapak M. Nasroen Moelyohadiwinoto yang merupakan Kepala SMA Negeri 1 Cepu ketika pertama berdiri dengan masa bakti pada tahun 1966 hingga 1975. Lokasi terakhir upacara tabur bunga adalah pemakaman Sorogo, yaitu terdapat makam bapak Djumadi Lukito, juga merupakan tokoh pendiri SMA Negeri 1 Cepu.

WhatsApp Image 2019-08-11 at 16.07.16

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Yanuar Andika, S.Pd mengatakan, pada momen HUT SMA Negeri 1 Cepu merupakan waktu yang tepat untuk mengenang para pemimpin yang pernah berjuang mengharumkan SMA Negeri 1 Cepu, termasuk siswa juga perlu mengetahui para pemimpin terdahulu di SMA negeri 1 Cepu sehingga dalam jiwanya tertanam untuk selalu belajar mengenang jasa jasa para pahlawan termasuk pahlawan pendidikan di SMA Negeri  Cepu. “Nilai-nilai itu harus tercermin, dalam upaya membangun semangat kepahlawanan yang juga memiliki nilai patriotisme dan rela berkorban kepada Bangsa dan Negara,” tuturnya. (NLF)