
Di tengah derasnya arus teknologi yang terus berkembang, SMAN 1 Cepu menghadirkan sebuah inovasi pembelajaran yang tak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga sarat nilai. Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Teknologi dan Rekayasa,” seluruh siswa kelas X diajak untuk menerapkan pembelajaran kontekstual dalam bentuk budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dengan sistem aerasi bertenaga surya.
Proyek ini bukan sekadar pengenalan pada dunia rekayasa sederhana dan energi terbarukan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media penanaman nilai-nilai luhur seperti kemandirian, gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Siswa secara aktif dilibatkan sejak tahap perencanaan, mulai dari memahami permasalahan keterbatasan lahan hingga riset tentang kebutuhan oksigen ikan dan pemanfaatan energi surya.
Pada tahap pembuatan, siswa menunjukkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama dalam merakit sistem aerasi sederhana. Mereka memanfaatkan panel surya untuk menggerakkan aerator kecil, sebagai sumber oksigen bagi ikan yang dibudidayakan. Proses ini mengajarkan prinsip dasar konversi energi, pentingnya keberlanjutan, serta kesadaran akan solusi ramah lingkungan.
Tidak berhenti pada aspek teknis, proyek ini juga memfasilitasi pembelajaran holistik. Siswa mempelajari siklus hidup ikan, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan ikan, sekaligus mengaitkannya dengan materi dari berbagai mata pelajaran seperti IPA dan Matematika. Hasil panen budikdamber bahkan bisa dimanfaatkan untuk program gizi sekolah atau dijual guna menambah kas kelas, sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

keterangan: Siswa SMAN 1 Cepu sedang melakukan instalasi sistem aerasi bertenaga surya untuk mendukung budidaya ikan dalam ember sebagai bagian dari inovasi hijau ramah lingkungan.
Tidak berhenti pada aspek teknis, proyek ini juga memfasilitasi pembelajaran holistik. Siswa mempelajari siklus hidup ikan, nutrisi, dan cara menjaga kesehatan ikan, sekaligus mengaitkannya dengan materi dari berbagai mata pelajaran seperti IPA dan Matematika. Hasil panen budikdamber bahkan bisa dimanfaatkan untuk program gizi sekolah atau dijual guna menambah kas kelas, sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Proyek budikdamber bertenaga surya ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan rekayasa dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan membentuk karakter. Dengan semangat inovasi dan gotong royong, SMAN 1 Cepu menanamkan harapan besar bagi hadirnya generasi muda Indonesia yang cerdas, peduli, dan tangguh menghadapi masa depan.
Oleh: Juhanto Adi Purnomo, S.Pd (Penanggung Jawab Program dan Guru Fisika)
Konten dilindungi..!!!