
Cepu, 21 April 2026 – SMA Negeri 1 Cepu kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan pelestarian budaya melalui kegiatan Askara Arutala 2026 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS dan MPK SMA Negeri 1 Cepu ini berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari dengan melibatkan seluruh siswa kelas X dan XI, guru, karyawan, serta masyarakat sekitar.
Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dikemas dalam berbagai rangkaian acara edukatif, kreatif, dan kompetitif yang memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat serta potensi diri. Tema Askara Arutala dipilih sebagai simbol semangat, keindahan, dan kebersamaan dalam memperingati perjuangan R.A. Kartini.
Kegiatan dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan kedatangan panitia pelaksana di lapangan SMA Negeri 1 Cepu. Seluruh panitia melakukan pengecekan akhir terhadap perlengkapan, tata panggung, area lomba, hingga koordinasi teknis agar acara dapat berlangsung dengan lancar.
Pada pukul 06.00 WIB, peserta Laras Rias mulai berdatangan bersama tim pendamping. Para peserta menempati ruangan yang telah disiapkan untuk melakukan persiapan tata rias dan busana. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian acara karena menampilkan kreativitas siswa dalam mengangkat nuansa budaya dan estetika Kartini.
Menjelang pukul 06.30 WIB, seluruh petugas upacara mulai melakukan persiapan. Panitia, guru pembina, dan petugas upacara memastikan seluruh rangkaian berlangsung sesuai protokol dan tata tertib sekolah. Upacara peringatan Hari Kartini menjadi pembuka utama kegiatan dengan suasana khidmat dan penuh makna.
Tepat pukul 07.00 WIB, upacara pengibaran bendera dimulai di lapangan SMA Negeri 1 Cepu. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap perjuangan Kartini.
Petugas upacara berasal dari kelas XI-2 yang telah menjalani latihan sebelumnya. Dalam upacara tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Dr. Jerry Puspitasari, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan karakter generasi muda yang berani, kreatif, dan memiliki semangat belajar tinggi.
“Semangat Kartini harus terus hidup dalam diri siswa, baik perempuan maupun laki-laki. Kartini mengajarkan keberanian untuk berpikir maju, belajar, dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar beliau.
Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi pembuka yang memberikan nilai reflektif bagi seluruh peserta.
Usai pelaksanaan upacara, siswa langsung melanjutkan berbagai persiapan lomba yang menjadi bagian dari Askara Arutala 2026. Pada sesi ini, siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan berbagai karya yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Beberapa kegiatan yang berlangsung di antaranya adalah:
Setiap kelas menunjukkan kerja sama yang baik dalam menyelesaikan tugas masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga kemampuan koordinasi dan komunikasi antarsiswa.

Pada pukul 09.00 WIB, kegiatan Askara Arutala 2026 resmi dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Cepu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada OSIS, MPK, panitia, serta seluruh siswa yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan.
Beliau juga menekankan bahwa kegiatan sekolah seperti ini memiliki nilai penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan rasa percaya diri.
Pembukaan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta dan warga sekolah.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi cat walking guru dan karyawan SMA Negeri 1 Cepu. Dalam kegiatan ini, para guru dan tenaga kependidikan tampil mengenakan busana dengan nuansa budaya dan kebaya yang elegan.
Penampilan para guru mendapat sambutan meriah dari siswa. Sorak dukungan dan tepuk tangan terdengar sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran guru dalam cat walking memberikan warna tersendiri sekaligus mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini dapat dikemas secara menyenangkan tanpa meninggalkan nilai edukatif.
Acara berlanjut dengan penampilan opening dance dari peserta yang telah dipersiapkan sebelumnya. Gerakan tari yang energik dan penuh ekspresi membuka sesi berikutnya, yaitu cat walking perwakilan kelas X dan XI.
Setiap kelas menampilkan konsep busana yang unik dan kreatif. Berbagai inspirasi budaya Nusantara terlihat dalam kostum yang digunakan. Penampilan siswa tidak hanya dinilai dari kostum, tetapi juga kepercayaan diri, kreativitas, dan kekompakan tim.
Antusiasme penonton semakin meningkat ketika peserta tampil bergantian di atas panggung. Momen ini menjadi ajang apresiasi terhadap kemampuan siswa dalam menampilkan ide dan kreativitas mereka.
Festival Gunungan menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam Askara Arutala 2026. Kegiatan ini menampilkan arak-arakan gunungan hasil karya siswa yang telah dipersiapkan jauh hari.
Setiap kelompok memiliki waktu untuk menampilkan koreografi dan presentasi gunungan mereka. Kreativitas siswa tampak dari desain gunungan, pemilihan tema, hingga konsep arak-arakan yang ditampilkan.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bentuk pelestarian budaya lokal yang dikemas secara modern dan menarik.
Sorak sorai penonton semakin menambah semarak suasana lapangan sekolah. Banyak peserta yang tampil dengan penuh percaya diri dan menunjukkan kerja keras tim mereka.
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, panitia mengumumkan para pemenang Askara Arutala 2026. Penyerahan hadiah dilakukan di lapangan sekolah dan disaksikan oleh seluruh peserta.
Penghargaan diberikan kepada peserta terbaik dari berbagai kategori lomba, termasuk Festival Gunungan, Laras Rias, Poster, Mural, dan Cat Walking.
Momen pengumuman pemenang menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu. Sorak kegembiraan terdengar dari para siswa yang berhasil meraih prestasi.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Grebeg Gunungan, yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan kepala sekolah, doa bersama, hingga pelaksanaan grebeg gunungan di lapangan.
Suasana penuh keakraban tampak saat seluruh peserta berkumpul dan menikmati penutupan acara. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga sekolah.
Askara Arutala 2026 tidak hanya menjadi kegiatan perayaan Hari Kartini, tetapi juga wadah pembelajaran karakter bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, keberanian tampil, serta apresiasi terhadap budaya.
Peringatan Hari Kartini di SMA Negeri 1 Cepu membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melibatkan partisipasi aktif siswa.
Dengan semangat Kartini, SMA Negeri 1 Cepu terus mendorong terbentuknya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Konten dilindungi..!!!